Di penghujung tahun 2013, saya menuliskan impian saya tentang debut album #BountifulEyes yang saat itu masih dalam proses pengerjaan. Saya menuliskannya pada sebuah papan (board) yang saya gantungkan di dinding kamar. Agar setiap kali saya bangun ataupun lewat di depan board ini, saya diingatkan untuk melakukannya one step at a time.
Saya menyebutnya dengan VISION BOARD, yang saya susun sebagaimana impian dan bayangan saya akan rencana mewujudkan Debut album #BountifulEyes. Mungkin suatu hari nanti, saya juga akan menuliskan impian lain berikutnya dalam sebuah VISION BOARD lagi 🙂
Sore ini, 30 Desember 2015, saya menatap kembali VISION BOARD yang masih tergantung di ruang kamar saya…
Dan saya baru menyadari, kalau apa yang tertulis di “VISION BOARD : Debut Album #BountifulEyes” ini….telah menjadi impian yang terwujud, Puji Tuhan. Dan sebagian besar catatan impian pada VISION BOARD tsb terwujud di tahun 2015 ini.
Beberapa point yang saya tuliskan di VISION BOARD tsb adalah :
1. Rencana Produksi Album : Songs & Arrangement ; Research & Blue Print; Website ; Colour/ Design & Photo ; Budget ; Video ; Profile & PR Story pitch
2. Rencana Distribusi dan Market Place : existing community ; existing event ; Online Distribution ; Networking ; Database
3. Rencana Sales & Promotion : Online & Offline ; Social Media ; Key Influencer ; Momentum ; Gigs ; Leveraging
4. Set the Date !
Vision board add clarity to your desires, and feeling to your visions
Saya merasa bersyukur :’) Sebagian besar dari catatan di VISION BOARD tsb terwujud di 2015 ini. Saya percaya semua karena kasih karunia Tuhan.
Dan untuk hal-hal yang belum terwujud dalam catatan VISION BOARD tsb, saya tetap bersyukur. Karena saya menyadari sejak awal menyusun VISION BOARD ini…bahwa catatan impian yang saya tuliskan tsb adalah rencana/ rancangan yang saya bayangkan untuk dapat diterjemahkan ke dalam action langkah demi langkah. Itu hanya rencana/ rancangan saya saja, tapi yang terutama adalah belajar tetap berserah pada rancangan Tuhan. Ketika saya belajar untuk mengerjakannya dengan ‘mengalir’, tidak ‘ngoyo’ … tidak ‘diburu-buru’ waktu, justru saya melihat banyak kesempatan yang Tuhan berikan.
Saat Tuhan mengizinkan suatu impian hadir dalam hati kita dan Tuhan berkenan untuk kita mengerjakan prosesnya…dan Tuhan mewujudkan itu menjadi kenyataan….hati kita melimpah dengan syukur dan sukacita. Terimakasih Tuhan.
Ada dua hal yang saya pelajari dari VISION BOARD yang saya gantungkan di dinding kamar saya ini :
- Jangan ragu untuk menuliskan impianmu. VISION BOARD membantu kamu untuk menterjemahkan dan memvisualisasikan rencana-rencana yang kamu bayangkan ke depannya. Tak harus tepat dan sempurna. Seringkali meleset dan tidak tercapai. Tapi disana kita belajar bahwa ada ruang untuk memperbaikinya sambil berjalan. Disana kita memahami, untuk menjadi fleksibel ketika kondisi tak selalu mendukung setiap rencana yang tertulis. Dan disana kita melihat, bahwa Tuhan turut bekerja dalam harapan-impian-bahkan catatan vision board kita 🙂 Ia mewujudkannya dengan rencanaNya yang tak terselami oleh pikiran kita.
- Waktu. Merangkai dan mewujudkan sesuatu perlu waktu yang tak selalu singkat, kadang seakan berjalan lambat. Dan yang terpenting, tetap berjalan dan tak kehilangan arah/ visi.
Writing it down. This may seem simple, but it is critical. By writing your idea down, you make the rubber hit the road. I call this ‘landing the idea’. |
Artikel terkait :
The Making of Debut EP – Bountiful Eyes
The Making of Debut EP – Bountiful Eyes
Jurnal Rekaman PH : Bountiful Eyes
Tinggalkan Balasan